deodorasi adalah
Proses Pemurnian secara Fisika
Proses ini terdiri dari proses degumming,
bleaching, dan deodorisasi. Proses pemurnian secara fisika ini lebih
sederhana daripada proses secara fisika, namun peralatan yang digunakan
lebih rumit. Untuk proses degumming dan bleaching hampir sama dengan
proses secara kimia. Berikut ini flowchart dari proses pemurnian secara
fisika.

Yang membedakan proses fisika dan kimia adalah pada proses pemisahan
FFA-nya, dalam kimia proses yang digunakan yaitu neutralisasi dengan
menambahkan zat kimia (larutan caustik), kemudian terjadinya reaksi
kimia antara FFA dan larutan caustic menjadi sabun. Sedangkan, dalam
fisika proses yang berlangsung dengan pemanasan dan kondisi vakum agar
minyak tidak rusak pada suhu tinggi.
Proses deodorisasi adalah proses destilasi vakum dengan steam pada
temperatur dimana FFA dan zat pembau dihilangkan untuk memperoleh minyak
yang tidak berbau. Zat pembau adalah FFA, aldehid, keton, peroksida,
alcohol, dan komponen organik yang lain. (O’Brien, hal 153)
Kondisi temperatur pada umumnya 250-280 oC dan kondisi
vakum sekitar 2 torr – 10 torr. Namun semuanya harus dihitung dulu untuk
menentukan kondisinya dengan pasti, tentu saja dengan menggunakan
perhitungan dew point minyak untuk memisah dengan FFA. Dalam buku Seader
dan Enerst halaman 17 dijelaskan bahwa semua steam akan menguap lewat
overhead (tidak ada kondensasi internal) dalam kondisi steady state,
dimana sistem berada dalam kondisi titik dew point.
Proses deodorisasi ini dapat berlangsung secara batch, semi kontinyu,
dan kontinyu. Selain itu, kolom destilasi vakum yang digunakan untuk
deodorisasi ini untuk tempat kontaknya dapat dengan menggunakan tray
maupun packed kolom. Semua spesifikasi ini tergantung pada kapasitas,
biaya, dan kegunaan. Pada umumya, bila diameter kolom kurang dari 1
meter, maka lebih ekonomis bila menggunakan packed kolom.
Keunggulan pemurnian secara fisika ini yaitu:
- Physical refining sesuai untuk minyak dengan FFA tinggi atau minyak kelapa sawit dan minyak sekam padi.
- Looses pada chemical refining, sangat tinggi, terutama minyak dengan
FFA tinggi diproses secara fisika (tanpa proses caustic). Proses-proses
yang dilakukan yaitu degumming, bleaching, dan deodorisasi, dengan
kondisi operasi pada umumnya 0,5 torr vakum, dapat mengurangi FFA hingga
dibawah 0,1 % dan jernih tanpa bau.
- Keuntungan physical refining adalah tidak
menghasilkan sabun (seperti dalam proses kimia) yang membutuhkan proses
lebih lanjut. Namun langsung menghasilkan DFA (distilled fatty acid) by
product yang dapat langsung digunakan oleh pabrik sabun. Dan juga tidak
memerlukan air pencucian yang sangat baik untuk plant water treatment,
sehingga bebas polusi.