Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 31 Oktober 2014

1st week Activity


Kegiatan pertama dilakukan pada hari minggu yang berolakasikan di rumah avis. Kegiatan yang kelompok kami lakukan adalah pembuatan tempat sampah dari bambu, pemulgaian pembuatan blo dan pembuatan papan nama kelompok. Pembuatan tempat sampah dan papan nama kelompok menggunakan bambu yang didapatkan dari orang-orang yang sedang membuat rumah secara gratis

Kegiatan kedua dilakukan pada hari selasa yang berlokasikan di ftp. kegiatan yang dilaksanakan adalah pembuatan kotak pensil, pembuatan buku TTD untuk angkatan dan panitia, pelanjutan pembuatan blog beserta melanjutkan pembuatan tempat sampah. Pembuatan kotak pensil ini menggunakan botol bekas sebanyak 11 botol.






Kegiatan ketiga dilakukan pada hari rabu yang berlokasikan di ftp. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pembuatan log book, serta pelanjutan pembuatan blog.





Kegiatan keempat dilakukan pada hari kamis yang berlokasikan di ftp. kegiatan yang dilaksanakan adalah pengcoveran log book, , pelanjutan pembuatan blog menyelimuti air minum, melakukan pemfotoan, wawancara OC dan menulis/mengisi cv pada log book.




Kegiatan kelima dilakukan pada hari jumát yang berlokasikan di ftp. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pelanjutan penulisan cv pada log book, wawancara, merenovasi papan nama kelompok, pelanjutan pembuatan blog  dan penempelan cover.



Sekian sekilas kegiatan awal guna mempersiapkan ospek pada hari sabtu tgl 1 november 2014.



~FTP JAYA, JAYA, JAYA~




Post By : Octavian Tri Kusuma








Rabu, 29 Oktober 2014

Kelompok Deodorisasi

Deodorisasi adalah sebuah kelompok yang dibentuk oleh panitia p2maba yang beranggotakan 12 orang. Sebenarnya panitia membentuk kami sejumlah 15 mahasiswa, namun 2 diantara kami sudah bukan lagi mahasiswa UNEJ, 1 mahasiswa mis-komunikasi dan 1 mahasiswa lagi sakit keras. Kami bukanlah satu kelas, bahkan satu jurusanpun bukan.  Deodorisasi beranggotakan mahasiswa dari TEP, THP dan TIP. Walaupun kami berbeda-beda, tidak perlu dikhawatirkan...karena tidak mengurangi sedikitpun untuk membangun rasa kekeluargaan demi menjadikan kelompok ini kelompok yang kreatif, kompak dan sukses dalam p2maba maupun kesuksesan kuliah kami ke depan nanti. Dibalik kerjasama dan usaha keras kami bersama, ada satu hal kesedihan yang muncul di kelompok kami. Salah satu dari kelompok kami yaitu Irmadani mahasiswi TIP yang tidak dapat berkumpul bersama dengan kami dikarenakan Irmadani menderita komplikasi liver, tifus dan demam berdarah. Dengan berbagai rintangan yang membuat kelompok kami menjadi sedikit anggota ini, tidak membuat kami patah semangat! Justru menjadikan kami lebih bekerja semaksimal mungkin untuk memperjuangkan keberhasilan kelompok ini! Deodorirasi, apapun rintangan yang akan hadir dalam kelompok ini kami siap untuk bersusah payah bersama.  Deodorisasi..keluarga baru kami.

Minggu, 26 Oktober 2014

deodorasi

deodorasi adalah
Proses Pemurnian secara Fisika
Proses ini terdiri dari proses degumming, bleaching, dan deodorisasi. Proses pemurnian secara fisika ini lebih sederhana daripada proses secara fisika, namun peralatan yang digunakan lebih rumit. Untuk proses degumming dan bleaching hampir sama dengan proses secara kimia. Berikut ini flowchart dari proses pemurnian secara fisika.

Pemurnian secara fisika Yang membedakan proses  fisika dan kimia adalah pada proses pemisahan FFA-nya, dalam kimia proses yang digunakan yaitu neutralisasi dengan menambahkan zat kimia (larutan caustik), kemudian terjadinya reaksi kimia antara FFA dan larutan caustic menjadi sabun. Sedangkan, dalam fisika proses yang berlangsung dengan pemanasan dan kondisi vakum agar minyak tidak rusak pada suhu tinggi.
Proses deodorisasi adalah proses destilasi vakum dengan steam pada temperatur dimana FFA dan zat pembau dihilangkan untuk memperoleh minyak yang tidak berbau. Zat pembau adalah FFA, aldehid, keton, peroksida, alcohol, dan komponen organik yang lain. (O’Brien, hal 153)
Kondisi temperatur pada umumnya 250-280 oC dan kondisi vakum sekitar 2 torr – 10 torr. Namun semuanya harus dihitung dulu untuk menentukan kondisinya dengan pasti, tentu saja dengan menggunakan perhitungan dew point minyak untuk memisah dengan FFA. Dalam buku Seader dan Enerst halaman 17 dijelaskan bahwa semua steam akan menguap lewat overhead (tidak ada kondensasi internal) dalam kondisi steady state, dimana sistem berada dalam kondisi titik dew point.
Proses deodorisasi ini dapat berlangsung secara batch, semi kontinyu, dan kontinyu. Selain itu, kolom destilasi vakum yang digunakan untuk deodorisasi ini untuk tempat kontaknya dapat dengan menggunakan tray maupun packed kolom. Semua spesifikasi ini tergantung pada kapasitas, biaya, dan kegunaan. Pada umumya, bila diameter kolom kurang dari 1 meter, maka lebih ekonomis bila menggunakan packed kolom.
Keunggulan pemurnian secara fisika ini yaitu:
  • Physical refining sesuai untuk minyak dengan FFA tinggi atau minyak kelapa sawit dan minyak sekam padi.
  • Looses pada chemical refining, sangat tinggi, terutama minyak dengan FFA tinggi diproses secara fisika (tanpa proses caustic). Proses-proses yang dilakukan yaitu degumming, bleaching, dan deodorisasi, dengan kondisi operasi pada umumnya 0,5 torr vakum, dapat mengurangi FFA hingga dibawah 0,1 % dan jernih tanpa bau.
  • Keuntungan physical refining adalah tidak menghasilkan sabun (seperti dalam proses kimia) yang membutuhkan proses lebih lanjut. Namun langsung menghasilkan DFA (distilled fatty acid) by product yang dapat langsung digunakan oleh pabrik sabun. Dan juga tidak memerlukan air pencucian yang sangat baik untuk plant water treatment, sehingga bebas polusi.
 

Blogger news

Blogroll

About